uje - Biografi dan Fakta Uje Ustad Jefry Al-Buchori

Biografi dan Fakta Uje Ustad Jefry Al-Buchori

Posted on

Berikut Profil dan Biodata Uje Ustad Jefry Al-Buchori

Biodata Ustad Jefry Al-Buchori
Nama : Jeffry Al Buchori
Nama sapaan : Uje
Lahir : Jakarta, 12 April 1973
Alamat : Kawasan Rempoa, Tangerang Selatan
Orang tua : H. Ismail dan Dra Hj. Tatu Mulyana
Istri : Pipik Dian Irawati
Anak : Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abdizar Al-Ghifari dan Ayla Azuhro
Pekerjaan : Penceramah, penyanyi, foto model dan pemain sinteron

FAKTA DAN KARIR UJE:

Uje merupakan anak ketiga dari lima bersaudara, dari kecil Uje sudah fasih dalam membaca Al-Qur’an. Hal ini tidak lepas dari didikan orang tuanya yang baik. Kepandaiannya itu membawa Uje meraih prestasi saat masih duduk di bangku SD dengan menjuarai Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) hingga tingkat provinsi.

Mengikuti jejak kakanya, Uje lalu melanjutkan pendidikannya di Pesantren Modern di Daar el Qolam Gintung, Balaraja Tangerang. Namun karena disiplinnya sistem pendidikan disana, membuat Uje tidak betah dan kerap membuat kenakalan. Uje hanya bertahan 4 tahun disana, kemudian pindah ke Madrasah Aliyah, setara SMU.
Setelah lulus dari Madrasah Aliyah, Uje melanjutkan pendidikannya di akademi broadcasting. Uje sempat bermain dalam beberapa sinetron seperti “Pendekar Halilintar” dan Sayap Patah”. Bahkan Uje sempat dinobatkan sebagai Pemeran Pria Terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI tahun 1991.
Setelah itu karir akting Uje semakin menanjak, tawaran main sinteron sering datang kepadanya. Namun seiring itu, ia makin tenggelam ke dunia kelam hingga ia terjebak dalam narkoba.
Kehidupannya dengan narkoba, membuat karirnya hancur. Namanya dimasukkan ke daftar hitam dunia sinetron, tawaran sinteron yang sebelumnya melimpah tiba tiba lenyap tidak berbekas.
Beruntung Uje memiliki ibu yang penyabar. Doa tulus Hj. Tatu Mulyana, ibu dari Uje akhirnya membawa perubahan dalam diri Uje. Kesadaran Uje untuk bertobat muncul lewat suatu proses yang begitu mencekam.
Kemudian Umi, sebutan Uje untuk ibunya, mengajaknya umrah. Saat umrah, Uje tidak henti hentinya meneteskan air mata, memohon ampun karena terlalu banyak dosa yang telah ia lakukan.
Setelah pulang dari umrah, proses Uje kembali ke jalan yang benar dimulai. Namun proses tersebut dijalaninya bukan tanpa rintangan. Uje terpaksa berurusan dengan polisi setelah apes membawa temannya yang mengantongi cimeng.

Beruntung, Uje mendapatkan pasangan yang setia memberikan support kepadanya. Adalah Pipik Dian Irawati seorang model sampul sebuah majalah remaja tahun 1995, asal Semarang yang menjadi sandaran manis Uje, hingga ia mampu menjalani proses pertobatannya.

Di awal menikah, Pipik mengalami masa sulit yang cukup berat. Namun berkat kesabaran dan besarnya rasa sayang Pipik terhadap Uje, membuat kehidupan keduanya perlahan tapi pasti berubah menjadi baik.

Uje melakukan ceramh pertamanya di tahun 2000, waktu itu Fathul Hayat, kakak kedua Uje, meminta Uje untuk menggantikannya memberi khotbah Jumat di Mangga Dua, karena saat itu Fathul diminta menjadi imam besar di Singapura.

Seiring waktu, ceramah Uje makin bisa diterima banyak orang. Walaupun tidak sedikit juga orang yang tidak mau mendengarkan ceramahnya karena masa lalunya. Namun berkat kesabaran Uje, masalah tersebut perlahan bisa teratasi.
AKHRI MASA UJE :
Ustad Jefry Al Buchori atau yang akrab disapa Uje telah meninggal dunia Jumat (26/4/2013) dini hari akibat kecelakaan motor. Kabar duka ini membuat sok tidak hanya keluarga Almarhum, tapi juga masyarakat yang sering mendengarkan dakwah Uje.

Sebelum kecelakaan, Ustad Jefry memang sedang dalam keadaan sakit. Uje sempat meminta adiknya, Fajar untuk menemaninya untuk sekadar jalan malam. Namun saat itu Uje meyakinkan Fajar dirinya dalam keadaan sehat dan bisa membawa motor.

Fajar pun akhirnya berpisah dengan Uje saat menuju jalan pulang. Namun tak disangka, sang kakak justru mengalami kecelakaan maut di bundaran Pondok Indah.
PERJALANAN KARIR USTAD JEFRI BUKHORI :
Perjalanan Hidup Ustadz Jefri Al Buchori – Masih jelas teringat ustadz gaul Indonesia yaitu Ustadz Jefri Al Buchori menghembuskan nafas terakhir pada hari Jumat, 26 April 2013 pkl 01.00 WIB. Ustad Jefri Al Buchori atau yang biasa disapa dengan Uje ini mengalami kecelakaan tunggal di daerah Pondok Indah tepatnya di Jalan Gedong Hijau 17 Pondok Indah. Uje yang merupakan pendakwah ini mengendarai motor gedenya dari arah Pondok Indah ke Rempoa. Beliau menabrak trotoar kemudian menabrak pohon palem didaerah tersebut. Pada saat itu juga kondisi badan Ustadz Jefri belum begitu pulih dari sakit. Kecelakaan tunggal yang terjadi merenggut nyawa Uje setelah Uje dibawa ke Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta Selatan. Pihak Lakalantas juga telah memeriksa kembali penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Pihak Lakalantas tetap menyatakan kecelakaan tersebut murni kecelakaan tunggal.
Perjalanan Hidup Ustadz Jefri Al Buchori
Kepergian Uje benar-benar membuat semua orang di Indonesia berduka. Terlihat dari banyaknya orang yang melayat kerumah Ustadz Jefri untuk memberikan doa. Kecintaan masyarakat terhadap Uje juga dibuktikan pada saat sholat gaib yang dilakukan di Masjid Istiqlal. Begitu banyak orang yang ikut sholat gaib untuk mendoakan Ustadz gaul dan terkenal ramah ini. Doa juga tidak hanya datang dari orang yang melayat, doa juga diberikan melalui jejaring sosial. Banyak orang di jejaring sosial mendoakan Uje dan masih tidak menyangka bahwa Uje akan pergi secepat ini. Uje meninggal pada umur 40 tahun. Pria kelahiran Jakarta 12 April 1973 ini sangat dicintai oleh keluarga, sahabat, dan jamaahnya.

Baca Juga:  Profil dan Biodata Doel Sumbang

Perjalanan Hidup Ustadz Jefri Al Buchori

Ustadz Solmed yang juga merupakan sahabat dari Uje merasakan firasat aneh. Uje meminta Ustadz Solmed untuk meneruskan dakwah Beliau. Selain itu juga firasat-firasat aneh yang diberikan Uje adalah Beliau meminta maaf melalui Broadcast Messages di Blackberry messenger. Kemudian, firasat-firasat lain yang dirasakan oleh adik Uje adalah beliau mengatakan bahwa beliau ingin istirahat menjadi pendakwah.

Ustadz Jefri Al Buchori sebelum menjadi pendakwah juga sempat masuk ke dunia gelap. Bekal ilmu Agama yang diberikan oleh orangtuanya ternyata tidak bisa menjadikan Uje lebih baik lagi. Pada masa SMA, masa suram di kehidupan Uje dimulai. Uje sempat dimasukkan ke pesantren, namun pergaulan Uje yang salah membuat Uje dipindahkan ke Madrasah Aliyah. Setelah lulus SMA, Uje pun masuk kuliah di akademi broadcasting.Pada masa ini pergaulan Uje semakin suram.

Pada tahun 1990 Uje memulai karir menjadi artis. Uje sempat main sinetron dan menjadi dancer. Akting Ustadz gaul ini tidak bisa dipandang sebelah mata, pasalnya Uje mendapatkan penghargaan sebagai Pemeran Pria Terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI tahun 1991. Pada masa itu, pergaulan Uje semakin salah. Beliau makin menikmati dunia malam. Pada akhirnya, perjalanan yang salah dalam hidup Uje digantikan dengan Uje bertobat di Tanah suci. Umi dan kakak Uje mengajak beliau untuk umroh. Disana beliau memohon ampun dan ingin berubah.

Perjalanan Uje menjadi seorang pendakwah didasari oleh amanah dari Kakak tertua Uje yaitu alm. Ust. H. Abdullah Riyad untuk memberikan dakwah di salah satu masjid di Jakarta. Pada saat itu Uje telah menikah dengan istrinya, Pipik Dian Irawati. Bahkan, teks dakwah pertama kali dibuatkan oleh istri tercinta. Begitu panjang perjalanan jatuh bangun Uje dalam meniti karirnya. Hasil yang didapatkan Uje saat ini, sesuai dengan segala usaha dan kesabaran beliau. Gaya dakwah beliau yang santai sangat dicintai oleh semua kalangan. Uje mampu masuk ke dunia anak muda dan tua. Uje dikenal sangat peduli dengan sesama dan sangat mencintai istri beserta 4 orang anaknya yaitu Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, Ayla Azuhro, dan M Ataya Bilal Risqulah.

Tepat tanggal 26 April 2013, kita kehilangan Ustadz gaul yang bisa menyentuh kalangan muda. Nasehat yang diberikan tidak memberikan kesan menggurui. Beliau sangat dicintai. Semoga beliau mendapatkan tempat yang nyaman disurga Allah SWT. Semoga keluarga beliau diberikan ketabahan dalam menghadapi semua ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *