mandra - Profil dan Biografi Mandra

Profil dan Biografi Mandra

Posted on

Mandra (lahir di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, 2 Mei 1965; umur 49 tahun) adalah pemeran, pelawak, dan pemain lenong Betawi. Mandra mengawali kariernya lewat lawakannya di lenong Betawi. Lulusan SMA Cijantung ini sejak remaja bergabung dengan lenong Setia Warga pimpinan Haji Bokir. Namannya melejit setelah Ia berperan dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Sukses sebagai pemain, kakak tertua dari komedian Omaswati dan Mastur
ini pun mendirikan sebuah rumah produksi Viandra Production. Melalui rumah produksinya, Mandra membuat sinetron Babe yang dibintanginya bersama Agus Kuncoro, Jojon, dan Yati Surachman. Disusul sinetron Mandragate, Tarsan Kota, Jadi Pocong, Zoro Kemayoran, Rojali dan Yuleha, Unjuk Gigi, dan Gedong Kosong, serta Perjaka yang diproduksi bersama Didi Petet dan Ade Irawan.

Mandra yang menikah dengan Mila dikaruniai seorang anak perempuan, Tia Septiana (lahir September 2000). Mandra juga mempunyai seorang anak angkat, Sherly Oktaviana. Sebelum menikah dengan Mila, Mandra pernah menikah dengan Rina dan pernah menolak mengakui anak yang dilahirkan isteri keduanya itu.

Nama lahir Mandra Naih
Nama lain Mandra
Lahir 2 Mei 1965 (umur 49)
Bendera Indonesia Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Indonesia
Pekerjaan Aktor, pelawak, pemain lenong Betawi
Tahun aktif 1977 ­ sekarang
Pasangan Mila Juwita Sari
Anak Tia Septiana dan Sherly Oktaviana

Kejaksaan Agung menetapkan komedian, Mandra Naih alias Mandra sebagai tersangka dugaan korupsi program siap siar Televisi Republik Indonesia (TVRI) tahun 2012. “Sudah ada tersangkanya yaitu Mdr selaku Direktur PT Viandra Production,” ujar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Widyo Pramono, di Kejagung, Selasa (10/2) kepada wartawan.

Mandra yang ngetop lewat sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” itu ternyata tak sendiri dijadikan tersangka. Anak buah Jaksa Agung HM Prasetyo juga menjerat dua orang lainnya sebagai tersangka. Mereka adalah Direktur PT Media Art Image, Iwan Chermawan dan Pejabat Pembuat Komitmen Yulkasmir. Mereka dijerat pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undangundang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya pada Senin 11 November 2014 lalu, Kejagung sudah pernah memeriksa Mandra ketika kasus ini masih tahap penyelidikan. Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Kejagung, Sarjono Turin mengatakan, Mandra dimintai keterangan dalam kapasitasnya sebagai salah seorang rekanan penyedia program siap siar di TVRI tahun
2012. “Beliau dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi program siap siar di TVRI tahun 2012, sebagai salah satu rekanan penyedia program siap siar,” ujarnya di Kejagung, Jakarta.

Baca Juga:  Profil dan Agama Christian Sugiono Lengkap

Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung menetapkan pelawak Mandra Naih alias Mandra sebagai tersangka kasus korupsi. Pelawak yang terkenal dengan sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi program siap siar di TVRI pada 2012. “Itu sudah ada tersangka, inisial MDR, selaku Direktur PT Viandra Production,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) R Widyo Pramono, Selasa (10/2/2015), di Gedung Kejaksaan Agung.

Widyo menambahkan, selain menetapkan Mandra sebagai tersangka, anak buahnya juga telah menetapkan tersangka lain, yakni IC (Iwan Chermawan) selaku Direktur PT Media Art Image dan YKM (Yulkasmir) selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) yang adalah pejabat teras di TVRI. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka atas surat perintah penyidikan tertanggal 11 Februari 2015. Mereka dijerat Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU No 31/1999 jo
UU 20/2001, dengan nilai proyek ditaksir hingga Rp 40 miliar.

Untuk diketahui, pihak Kejagung menyelidiki kasus pengadaan program siap siar di TVRI pada 2012 karena diduga terjadi penggelembungan harga dalam pengadaan program tersebut. Production house yang menjadi rekanan perusahaan tidak memenuhi kewajiban pengadaan program tersebut secara penuh sehingga berpotensi merugikan keuangan negara dalam pengadaan program di TV milik negara itu. Adapun seniman dan komedian Betawi, Mandra, selaku pemilik production house Viandra Production, yang menjadi rekanan program tersebut, sudah pernah diperiksa penyidik Kejagung sebagai saksi beberapa waktu lalu. (Theresia Felisiani) Mandra sebelumnya sudah diperiksa Kejaksaan Agung tahun lalu. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Tribagus Spontana membenarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap Mandra. Namun, dia tidak menjelaskan lebih rinci terkait peran Mandra dalam kasus tersebut. “Benar, yang bersangkutan diperiksa terkait penyelidikan korupsi TVRI,” kata Tony. Pemeriksaan terhadap Mandra dilakukan sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Seusai menjalani pemeriksaan, Mandra memilih diam dan enggan memberikan komentar apa pun kepada wartawan.­ (kompas­jpnnwikipedia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *